http://owamonca2.blogspot.com/Namaku
Edy Irawan dipanggil Edon diteman2 kampung dan sebagian juga Teman2
kampus juga memanggilku dengan Edon, tapi banyak yang lebih suka Aku di
panggil Jomlo. Aku Lahir dan Besar di Keluarga yang tidak mampu, Bapakku
hanya seorang Penjajal Tiket Bis Diterminal di Daerah Dompu, ibuku
Stakeholder yang menyediakan makanan Ringan di pelataran Terminal
Ginte..
Mulai Adzan di serukan Di Masjid Mereka kedua orang Tuaku
disibukan dengan Aktifitas Mencuci Pakaian dan Mandi dan akupun
terbangun untuk menyelesaikan Tugasku Memasak nasi. Kesibukan mereka
memperjuangkan kelangsungan hidup, Masa depanku dan adik-adikku, dan Aku
sadar betapa Lelahnya mereka bekerja mulai subuh Samapai sore hanya
karena mimpiku harus dipenuhi.
Akupun mulai berpikir bahwa kehidupan
itu sangat rumit dan kejam kalau kita tidak mau berubah, mencari apa
yang harus ku lakukan demi mewujudkan cita-citaku dan keluargaku.
Apalagi di era globalisasi yang penuh dengan perkembangan yang pesat ini
membuatku iri terhadap teman-teman lain yang serba ada dan seba cukup
dalam kehidupannya, maka ku langkahkan kaki meniti perombakan dengan
belajar dan belajar.
Dunia Akademikalah Yang membuka cakrawala
berpikir, disinilah aku mulai mencari jati diriku dengan menggeluti
Wadah pergerakan PMII yang selalu mengajarkan tentang
Habluminallah,Habluminnas dan Habluminal Alam dan bagaimana merasakan
kebersamaan, memperjuangkan yang benar, merasakan sakitnya orang lain
dan banyak hal yang kudapatkan. Mentari terus berganti dan umur pun
terus bertambah hal yang menakutkan bagiku kalau ku terus diam dan
mandek pemikiran ini. Akan tetapi saya bersyukur karena Tuhan
mempertemukan saya dengan Orang Tua Kedua ( Senior-senior yang baik
hati, rajin dan suka menabung.) Beliau-beliau mengajarkan aku untuk
menjadi Orang.
Jasa para senior dan sahabat/i ku tak akan kulupakan
dan terlebih-lebih Yapis yang sudah berkontribusi untukku. Tiada kata
yang bisa ku lontarkan selain ucapan terimakasi. Walaupun Carutmarut dan
dinamika yang berlalu aku rasakan tidak membuatku patah semangat hanya
karena tantangan kecil. Selama Tuhan memberiku Nafas langkah kakiku
takan terhentikan oleh Angin tornado sekalipun. Para pembaca yang
berbudiman ini adalah biografi sepintas tentang kehidupan saya dan
apabila ada yang tersinggug dengan Noktah hitam ini, Saya Edy irawan
Menghaturkan Mohon maaf. ( Edon PMII )
Posting Komentar