http://owamonca.blogspot.com.Kalau melihat kehidupan kampus hari ini sudah mirip seperti sebuah display toko. Budaya popyang konsumtif dan hedonis begitu terasa. Bayangkan saja mulai dari gayabicara, gaya pakaian atau fashion, gonta-ganti handphone terbaru hingga parade sepedamotor dan mobil mewah. Kalau dulu Bung Hatta sempat berkata bahwa kampus adalah republik berpikir bebas.Saat ini sudah tidak relevan lagi. Hariini menurut saya ada tiga tradisi yang dilupakan oleh mahasiswa, sehinggakampus sudah tidak sesakral dahulu. Tiga tradisi yang dilupakan mahasiswa hariini yaitu:
pertama, tradisi membaca,
Dikalanganmahasiswa hari ini sangat minim pengetahuan dan informasi. Kenapa saya katakanbegitu karena perpustakaan di kampus biasa dipenuhi mahasiswa semester akhiryang sedang butuh referensi menyelesaikan tugas akhir. Memang sedikit sekali mahasiswa yang masih fresh berada di perpustakaan kampus maupunperpustakaan daerah, kalau sekedar mengerjakan tugas mungkin lebih banyak yangmemilih Om googleng di internet lebih mudah karena tinggal copy paste.Idealnya kita sebagai mahasiswa memang harus selalu membentengi diri denganpengetahuan. Salah satu cara dengan membaca,dan membaca itu tidak sekedar membaca diktat kuliah, tetapi membaca apa sajayang berhubungan dengan kehidupan kelak. Karena disaat kita membaca tujuannyabukan sekedar tahu dan paham akan tetapi agar apa yang kita baca membentuk carapandang kita terhadap realita.
kedua, tradisi diskusi.
Kenapa diskusidikatakan penting, karena manusia sebagai hewan yang berpikir memilikipersamaan dan perbedaan mendasar, yaitu sama-sama berpikir dan berbeda isipikirannya satu sama lain. Diskusi dikalangan mahasiswa tidak selalu harusdalam bentuk formal, misalnya dalam tugas kuliah, presentasi atau pun seminar.Diskusi adalah salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligusmenemukan solusi yang solutif. Tanpa informasi/pengetahuan awal yang diperolehdari membaca tradisi diskusi sulit dibangun. Karena konsekuensi dari kayanyawawasan dan khasanah keilmuan yang didapat dari membaca perlu didiskusikan.Berdiskusi melatih seseorang menyampaikan ide dan menghargai pendapat oranglain, disamping melatih berargumentasi dalam mempertahankan pendapat artinyadisampaikan secara argumentatif dan ilmiah tidak a priori. Jadibisa dikatakan seseorang yang menolak berdiskusi sama menjauhkan dirinya daripengetahuan sekaligus menolak kebenaran.
Ketiga, TradisiMenulis
Banyak paratokoh Nasional yang menghasilkan karya dan pemikirannya melalui tulisan. Dandengan tulisannya tersebut mereka berhasil merubah kondisi disekitarnya.Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Hatta, TanMalaka, M. Natsir kemudian generasi sesudahnya Nur Cholis Madjid, Deliar Noer, Arief Budiman dan Hariman Siregar. Masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang menghasilkankarya tulis mereka. Bahkan Mereka sudahmulai membiasakan menulis semasa menjadi mahasiswa, dan banyak penulis-penulis muda terbaru yang menghasilkan karya menulismereka disaat masih sebagai mahasiswa. contoh penulis-penulis muda yangterkenal disaat sekarang adalah Andrew Darwis, RadityaDika, Pandji, Okto, YopiArianto, Dengan menulis ide-ide yang kitahasilkan bisa diketahui sekaligus bermanfaat bagi orang lain atau bahkanmasyarakat luas.
Saat ini ketigatradisi di atas sudah mulai luntur. Ironisnya di kampus saat ini, dilorong-lorong, di balik tangga dan di taman, mahasiswa tetap ramai danberkumpul akan tetapi bukan diskusi melainkan ngerumpi, gosip, main kartu entahitu poker atau domino. Perpustakaan, forum-forum diskusi dan seminar lebih sepidibandingkan konser musik reggeae, punk atau rock, kalau pun seminar terlihatramai, orientasinya tak lebih dari sekedar sertifikat, makan siang dan semuayang berbau materi dan bukan lagi sebagai sumber untuk mendapatkan informasidan pengetahuan yang akan memperkaya kapasitas mereka.
Mahasiswa yangmeninggalkan dan melupakan tiga tradisi diatas akan terjebak dalam banalitasdan hedonisme kemudian mereka terserang amnesia akut akan peran dan fungsinyasebagai mahasiswa(agent of change, social control & iron of stock).Ayo sahabat-sahabat, kita sakralkan kembali kampus sebagai republik berpikirbebas sekaligus laboratorium pemikiran bangsa.
Salam Pergerakan....
"perjuangan Tanpa Tapal Batas"
Wallhul Muafieq Illa Aqwamith Tharieq
Wassalam...wr...wb
Oleh :
Nasar Nggusu Waru





Posting Komentar