Latest Post
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
00.58
sudah separuh dekade diri ini menempuh study masih ada saja yang mengiginkan penderitaanku karena satu kesalahan dan ini menjadi catatan hidup yang tak bisa terlupakan dalam sejarah hidup sampai anak cucuku kelak nanti, akan kuwaris sepenggal cerita itu buat mereka kelak nanti agar jangan melawan orang2 yang hebat.
Suara Hati
Diterbit Oleh Unknown pada Sabtu, 27 September 201400.58
sudah separuh dekade diri ini menempuh study masih ada saja yang mengiginkan penderitaanku karena satu kesalahan dan ini menjadi catatan hidup yang tak bisa terlupakan dalam sejarah hidup sampai anak cucuku kelak nanti, akan kuwaris sepenggal cerita itu buat mereka kelak nanti agar jangan melawan orang2 yang hebat.
setiap melangkah pasti ada duri dan onak akan menusuk mata batin, segala tindakan pasti ada konsekuensinya, takdir itu sangat kelam. Tiada satu setan dua binatangpun yang mau membantu malah membantah dan membantai psikolog.
Kelaliman itu tak berhumanis,cercaan selalu datng di kuping kiri-kanan, hambar semua dirasa bila mengecap persoalan yang rumit itu. Segala yang indah sirna dan raib oleh masa suram ini, Tuhan hanya menertawakan Nasib hambanya yang tak taat padanya.
perasan dan ideologiku akan tergadai oleh masa depanku yang cerah, kompleksitas sudah apa yang di alami menjadi luka yang sukar terobati.
Label:
CERITA
10.08
Saptu Sore atau Malam Minggu walau aku benar-benar telah mengubur keinginan pulang kampung lebaran Kali ini,,,Tapi tidak untuk kerinduan ku Biasanya Malam minggu ini kalau tidak aku yang nelpon kerumah akan ada orang rumah yang nelpon atau pacar saya telpon begitu siklus selama enam bulan menempuh pendidikan,,,,Namun setelah selesai Sholat Tarawih, di mesjid terdekat kost ku terasasekali dingin yang menusuk tulang dan sesekali petir menyapa langit mendung Malam itu entah apa yang kurasa malam itu benar-benar membingungkan,,,”Ah mungkin karena Aku terlalu rindu akan pulang kampUng”Timpal ku dalam hati makin lama2 terasa makin tidak tenang,,Segera saja aku kembali mengambil air whudu berniat untuk mengaji siapa tahu saja Aku bisa lebih tenang….beberapa Lama kemudian, Akupun mulai mengaji ,dan aku mendengar dari balik pintu suara ketokan sambil memanggil nama ku, ia suara yang tidak asing bagi ku,,,suara wanita Paruh baya yang slalu menyediakan nasi buat ku selama Aku ngekos enam bulan ini…ia suara ibu supri...Ibu kost ku”Mas imam ne ada telpon dari saudara mu”Ia bu sebentar aq segera membuka pintu dan segera menuju ke ruang telpon “Hallo Mam sahut suara dari telpon ia aku kenal suara ini Suara Saudara ku”..Ia Napa Mas “Sebaiknya Kamu besok pulang ibu Sakit di rumah”aku tidak berkata apa2,,,Aku tidak tau apa aku harus merasa bahagia atau Sedih Tapi dalam Benakku muncul berbagai macam pertanyaan..”Setelah telpon dari Kakak ku Selesai”dan segera, setelah itu aku kembali kekamar dan Tak tau kenapa tiba2 saja aku segera mencari dompet dan memandang foto ibu ku yang biasa aku sisipkan di dompet dan biasanya aku slalu memandangnya ketika rindu….Pertanyaan demi pertanyaan Muncul dalam benak ku “ada APa dengan ibu ku…?Kenapa harus pulang Kalau ibu sakitnya tidak Parah..?Jangan2 Ibu sudah……?Ah tidak tuhan jangan panggil ibu hamba secepat ini….sejujurnya aku masih menenangkan diri untuk tidak berprasangka yang bukan-bukan tentang apa yang terjadi dengan ibu ku di kampung…beberapa Saat kemudian datang ibu supri, ibu kost ku “Mas imam Kamu besok jadi pulang…?” Ia Bu Saya berangkat Besok pagi Menggunakan Kereta Sampai Banyuwangi selanjutnya estafet entah pake apa saja nanti…Tapi,bu Saya tidak punya uang,,,karena Besok minggu saya belum bisa di kirim uang untuk kepulangan Saya,,,Apa Bisa Saya minta Kembali uang pembayaran Kost dan biaya Makan selama sebulan kedepan yg saya bayarkan ke ibu untuk ongkos saya pulang…?
Oh tentu bisa Mam saya Akan Kasih besok,,,,(Oh ya dari cerita kakak Saya di kampong Setelah saya sampai satu minggu ternyata bu supri ibu kost ku sudah tau bahwa ibu saya sudah meninggal saat di telpon, kakak saya sebelum saya keluar menjawab telpon itu dan kakak saya bilang untuk tidak menceritakan Perihal tersebut Pada Saya)mungkin karena dia tau tentang hal tersebut dia ahirnya Mau memberikan kembali uang kost dan biaya makan saya selama Sebulan yang di bayar duluan).
Semalama Saya tidak bisa tidur dan terus memandangi foto ibu entah kenapa air mata slalu meluncur deras hingga tak bisa tertahan “dalam Hati slalu menyimpan kecurigaan tentang Apa yang terjadi dengan ibu…?kenapa saya harus pulang kalau ibu sakitnya tidak parah Atau jangan2 ibu telah….?”
Jam delapan pagi aku segera pamitan sama ibu kost, menuju stasiun kereta Api terdekat dengan mengambil Kereta Clas Ekonomi untuk menghemat biaya mengingat perjalanan ku masih jauh Harus melewati 2 (dua) pulau untuk bisa sampai di pulau ku,,,,sengaja Aku pilih tempat duduk di pojok agar dalam perjalanan Aku bisa melihat Pemandangan selama perjalanan Namun hampir setegah perjalanan kereta itu kembali aku di buat tidak tenang ahirnya aku berdiri dan menuju pintu sambungan kereta,,,sesekali muncul pertanyaan tadi malam hingga membuat aku tak bisa tenang,,,sebelum Kereta jalan tadi aku menyengajakan diri untuk menukar uang receh sebanyak2nya untuk di berikan pada pengamen dan pengemis di perjalanan dengan Harapan agar do’a saya dalam hati bisa terkabul “iya do’a tentang keselamatan ibu Saya”di perjalanan itu tak terhitung lagi saya duduk dan berdiri sambil memutarkembali ingatan saya tentang wajah sayu yang sudah mulai memperlihatkan keletihanya dengan beberapa keriput yang di wajahnya juga terlihat jelas beberapa helai rambut yang lurus itu beruban,,
Teringat Lebaran tahun lalu lantaran karena perbedaan pemberian uang saya marah dan membanting gitar yang sempat dia belikan dulu Pada saat itu, mamang kondisi emosi sebagai anak remaja yang masih duduk di angku kelas 3 SMU benar aku tunjukan ‘’“Bu kok saya di kasih uang lebaran tidak sama dengan yang lain ….?Maksud saya saudara2 saya yang lain…Ibu “Kamukan sudah dapat uang kemarin untuk di belikan gitar (Dalam Bahasa Daerah “Nggomi waura Mbei piti weli kai gitar mu re ana)”Tampa berpikir panjang saya pun membanting gitar hingga pecah tapi tanpa saya sadari dari mata sayu itu menetes Air mata ya Airmata yang baru kali itu saya lihat….mungkin ibu pada saat itu merasa hatinya tergores oleh perlakuan anaknya hingga tak mampu menahan air matanya….Oh tuhan saya telah membuat ibu ku manangis sungguh hamba adalah anak yang tak tau di untung “Maaf bu maafkan Anak mu”sesekali aq usap air mata dalam perjalanan pulang itu.
Kambali aku teringat ketika ibu Mengantarkan aku ke pangkalan Bus jurusan luar kota antar propinsi tempat untuk menempuh pendidikan Paska lulus SMU bersama saudara2 ku juga ikut Gadis yang aku sebut Pacar Tadi “Ayu”Namanya malam itu malam terahir aku ketemu ibu (dan ternyata Malam terahir dan untuk selama-lamanya)sebelum naik ke Bus aku memeluknya erat2 dan menangis karena akan aku akan merindukannya,,,Ibu Mencoba menenangkan ku Sambil berkata “Sudah Jangan Nangis,,,Anak laki-laki g boleh menangis,,,Anak laki2 Harus kuat,,,Anak laki2 harus tegar apapun tentangannya Harus di hadapi,,,,Ibu dan Bapak mu Pasti mendo,akan mu dn berharap yang terbaik buat mu, di tempat yang jauh sana,,,jangan lupa Sholat dan menagji dan do’akn saja ibu dan Ayah agar tetap sehat untuk menafkai keluarga kita dan membiayai sekolah mu…rajin belajar ya di tempat mu yang baru Terahir Ibu yakin kamu bisa membagakan kedua orang tua mu”dan lagi2 air mata ini terus meleleh dalam perjalanan itu.
PELUKAN TERAKHIR IBU DAN TAHUN TERAKHIR LEBARAN
Diterbit Oleh Unknown pada Senin, 21 Juli 201410.08
Tepat 13 tahun Silam setelah lulus SMU…Di beranda depan rumah, sore itu
aku sempatkan diri bermanja-manja dengan menyodorkan Kepala ku dan berusaha
meraih tangannya agar segera mencarikan kutu di kepala ku,,,,Aq tau saat itu
wajahnya cukup kelihatan rasa capeknya karena sudah seharian berjibaku dengan
daganganya di pasar,Tapi sengaja aku manfaatkan waktu senggang hanya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayangnya,
walau bagaiamanapun itulah momennya karena beberapa hari lagi aq akan
meninggalkan kota kelahiran ku untuk melanjutkan kuliah…ya kuliah di pulau
seberang sana yang harus melewati Tiga pulau untuk sampai di tempat
tujuan….dalam hati aku berkata “Tuhan Sungguh beruntung Hamba di lahirkan dari
Rahim Perempuan ini,,,Perempuan yang ku sebut ibu, ini adalah yang terbaik
dalam Hidupku,,,menggunakan seluruh tenaganya hanya untuk membiayai Kehidupan
keluarga dan termasuk menyekolahkannya karena yang dia tahu bahwa cukup dia
yang tidak bisa mengenyam pendidikan,yang tidak tau baca tulis jangan lagi
anak-Anaknya”.
Enam bulan Sudah berlalu di tempat ku yang baru
(Sejak aku di antar ibuku untuk kuliah di pulau jawa )itu artinya liburan
smester di mulai Aq ingat Sekali hari itu, tepat jum’at Sore Aq telpon ke
Kampung menggunakan Jasa Wartel di dekat Tempat Kost ku karena di rumah tidak
ada pesawat Telpon (Apa lagi HP dan waktu itu sangat jarang orang2 yang
memiliki HP kecuali orang2 tertentu) maka aku telpon Melalui Pesawat telpon
milik tetangga”Beberapa Kali telpon berbunyi lalu di angkat oleh anak tetangga pemilik
telpon itu “Ass…wr…wb dengan siapa…? Sahut anak tetangga tersebut Tanpa panjang
lebar saya langsung mengutarakan maksud saya menelpon tersebut Mengingngat
Tarif telpon saat itu lumayan Mahal untuk ukuran kami perantau “Maaf mba Saya
Imam, tetangga mba saya minta tolong bisa bicara dengan ibu saya….?mba tetangga
tersebut langsung tau kalau saya menelponnya dari jauh dengan lembutnya dia
bilang “ia Imam Tunggu sebentar ya mba Panggilkan ibunya”ia Mba Terima Kasih
sahutku beberapa menit kemudia dari kejauhan terdengar suara
“Ass…wr…wb..Hallo…Hallo…Hallo Imam ini Bapak nak “ia Pak ibu ada pak Ibu mu
belum bisa ngomong sama kamu dia sakit,,,,mank Ibu sakit apa Pak…?Biasalah ibu
mu kecapaean..”Oh ia Pak”,,,,Kenapa IMam Apa yang mau kau samapaikan katakana saja…?
“Gini Pak,,,sebanarnya saya mau minta ijin pulang di libur semester ini,,karena waktu liburnya cukup lama sebulan pak dan Biar sekalian bisa lebaran di kampung bersama Keluarga!”senarnya hajatan utama telpon tersebut selain memberitau tentang libur juga berharap agar di kirimkan ongkos pulang.
Bapak : “gini mam sebaiknya Kamu tahun ini g usah pulang dulu lagian tempatnya jauh dan kamu baru enam bulan,,,kamu tunda dulu kepulangan,tunggu lebaran tahun depan saja kamu baru pulang”..dengan berat hati aku iakan kata Bapak,,,walau sebenarnya aq benar2 merasa rindu sekali untuk pulang kampung bertemu ibu,adik2 dan sekalian bisa menceritakan bagaimana kondisi di kota, di mana aku menempuh pendidikan sekarang dan rinduku juga yg lain adalah kerinduan sebagai seorang anak remaja yang sebelum berangkat kuliah pernah menjalin hubungan dan masih tetap intens komunikasi tiap minggu selama di rantauan yaitu pada sosok gadis cantik yang saat itu masih satu kampong dengan ku “Ayu”Namanya.(Untuk Kisah ku dan gadis ini akun akan ceritakan di lain kesempatan).
“Gini Pak,,,sebanarnya saya mau minta ijin pulang di libur semester ini,,karena waktu liburnya cukup lama sebulan pak dan Biar sekalian bisa lebaran di kampung bersama Keluarga!”senarnya hajatan utama telpon tersebut selain memberitau tentang libur juga berharap agar di kirimkan ongkos pulang.
Bapak : “gini mam sebaiknya Kamu tahun ini g usah pulang dulu lagian tempatnya jauh dan kamu baru enam bulan,,,kamu tunda dulu kepulangan,tunggu lebaran tahun depan saja kamu baru pulang”..dengan berat hati aku iakan kata Bapak,,,walau sebenarnya aq benar2 merasa rindu sekali untuk pulang kampung bertemu ibu,adik2 dan sekalian bisa menceritakan bagaimana kondisi di kota, di mana aku menempuh pendidikan sekarang dan rinduku juga yg lain adalah kerinduan sebagai seorang anak remaja yang sebelum berangkat kuliah pernah menjalin hubungan dan masih tetap intens komunikasi tiap minggu selama di rantauan yaitu pada sosok gadis cantik yang saat itu masih satu kampong dengan ku “Ayu”Namanya.(Untuk Kisah ku dan gadis ini akun akan ceritakan di lain kesempatan).
Sebelum berpamitan dan menutup telponnya sekali
lagi aku mencoba membujuk ayah agar mengijikan aq untuk berbicara sama
ibu,,,Namun tak di ijinkan Karena bapak saya tau kalau andaikan saya diberi
ijin Pasti saya akan mencoba merayu dan merengek-rengek pada ibu untuk di
ijinkan pulang dan bapak saya yakin kalau ibu saya tak akan pernah tahan dan
menolak permintaan anak2nya,,,di manapun seorang ibu pasti tidak akan tega
membiarkan anaknya memohon dan merengek-rengek meminta belas kasihan apalagi
anaknya baru kali itu terpisah jauh darinya dalam waktu setengah tahun….walau
sebenarnya sering terpisah dari ku sejak aku mulai menginjak masa SMU,
kebetulan aku SMU di kabupaten Sebelah kabupaten ku tapi itu tidak
selamaini,,Paling-paling hanya sekitar 2 minggu dan tak pernah lewat dari satu
bulan…karena aq slalu di suruh pulang untuk mengambil uang belanja dan
keperluan makan sehari (osu) dan tepatan di hari aku kembali kekabupaten
tetangga ntuk mengeyam pendidikan SMU slalu saja ibu ku tidak akan tega
membiarkan aku kekurangan Uang jajan,,,,slalu saja ketika aku mau berangkat
dari rumah di Tanya “g kurang uang yang ibu kasih…?”Aku slalu menjawab cukup bu
“Tapi slalu saja sama ibu di kasih lagi”tentu sambil memperhatikan ayah ku,,,pernah
suatu hari ibu ku bertanya demikian pada ku, dan sambil berbisik “ini ibu
tambah lagi Uang jajannya”Tapi dari ruang TV Bapak saya bilang “Tambah terus
uang Jajannya Skalian uang rokoknya”bagaimana tidak bapak ku bilang demikian
soalx aku pernah kepergok merokok di rumah oleh bapak…”Dalam Hati ku aku
berkata ibuku memank baik hati”sambil terus melangkah pergi Tapi bapak ku bukan
berarti tidak baik dia hanya tak ingin saya terlalu manja dan dia tunjukan
kebaikan nya dengan Cara yang berbeda dari ibu ku.
Kembali ke telpon dengan Bapk tadi Ahirnya Aku mengalah untuk tidak pulang lebaran tahun ini kata bapak “Pulang untuk lebaran Tahun depan Saja”karena berbagai alasan yang sebenarnya Baik yaitu “menghemat uang karena ongkosnya mahal,Skalian kamu bisa lebih serius belajar dll”
Namu karena kerinduan ku pada kampung halaman begitu besar dan juga pada Gadis (Pacar)ku yang kau tinggal enam bulan yang “Ayu”Namanya membuat aku kepingin sekali segera bertemu banyak yang ingin aku ceritakan padanya. Walau sedikit kecewa aku pamitan pada bapak di telpon “Sambil berucap salam hormat pada Ibu”Ass…wr…wb Pak.
Kembali ke telpon dengan Bapk tadi Ahirnya Aku mengalah untuk tidak pulang lebaran tahun ini kata bapak “Pulang untuk lebaran Tahun depan Saja”karena berbagai alasan yang sebenarnya Baik yaitu “menghemat uang karena ongkosnya mahal,Skalian kamu bisa lebih serius belajar dll”
Namu karena kerinduan ku pada kampung halaman begitu besar dan juga pada Gadis (Pacar)ku yang kau tinggal enam bulan yang “Ayu”Namanya membuat aku kepingin sekali segera bertemu banyak yang ingin aku ceritakan padanya. Walau sedikit kecewa aku pamitan pada bapak di telpon “Sambil berucap salam hormat pada Ibu”Ass…wr…wb Pak.
Saptu Sore atau Malam Minggu walau aku benar-benar telah mengubur keinginan pulang kampung lebaran Kali ini,,,Tapi tidak untuk kerinduan ku Biasanya Malam minggu ini kalau tidak aku yang nelpon kerumah akan ada orang rumah yang nelpon atau pacar saya telpon begitu siklus selama enam bulan menempuh pendidikan,,,,Namun setelah selesai Sholat Tarawih, di mesjid terdekat kost ku terasasekali dingin yang menusuk tulang dan sesekali petir menyapa langit mendung Malam itu entah apa yang kurasa malam itu benar-benar membingungkan,,,”Ah mungkin karena Aku terlalu rindu akan pulang kampUng”Timpal ku dalam hati makin lama2 terasa makin tidak tenang,,Segera saja aku kembali mengambil air whudu berniat untuk mengaji siapa tahu saja Aku bisa lebih tenang….beberapa Lama kemudian, Akupun mulai mengaji ,dan aku mendengar dari balik pintu suara ketokan sambil memanggil nama ku, ia suara yang tidak asing bagi ku,,,suara wanita Paruh baya yang slalu menyediakan nasi buat ku selama Aku ngekos enam bulan ini…ia suara ibu supri...Ibu kost ku”Mas imam ne ada telpon dari saudara mu”Ia bu sebentar aq segera membuka pintu dan segera menuju ke ruang telpon “Hallo Mam sahut suara dari telpon ia aku kenal suara ini Suara Saudara ku”..Ia Napa Mas “Sebaiknya Kamu besok pulang ibu Sakit di rumah”aku tidak berkata apa2,,,Aku tidak tau apa aku harus merasa bahagia atau Sedih Tapi dalam Benakku muncul berbagai macam pertanyaan..”Setelah telpon dari Kakak ku Selesai”dan segera, setelah itu aku kembali kekamar dan Tak tau kenapa tiba2 saja aku segera mencari dompet dan memandang foto ibu ku yang biasa aku sisipkan di dompet dan biasanya aku slalu memandangnya ketika rindu….Pertanyaan demi pertanyaan Muncul dalam benak ku “ada APa dengan ibu ku…?Kenapa harus pulang Kalau ibu sakitnya tidak Parah..?Jangan2 Ibu sudah……?Ah tidak tuhan jangan panggil ibu hamba secepat ini….sejujurnya aku masih menenangkan diri untuk tidak berprasangka yang bukan-bukan tentang apa yang terjadi dengan ibu ku di kampung…beberapa Saat kemudian datang ibu supri, ibu kost ku “Mas imam Kamu besok jadi pulang…?” Ia Bu Saya berangkat Besok pagi Menggunakan Kereta Sampai Banyuwangi selanjutnya estafet entah pake apa saja nanti…Tapi,bu Saya tidak punya uang,,,karena Besok minggu saya belum bisa di kirim uang untuk kepulangan Saya,,,Apa Bisa Saya minta Kembali uang pembayaran Kost dan biaya Makan selama sebulan kedepan yg saya bayarkan ke ibu untuk ongkos saya pulang…?
Oh tentu bisa Mam saya Akan Kasih besok,,,,(Oh ya dari cerita kakak Saya di kampong Setelah saya sampai satu minggu ternyata bu supri ibu kost ku sudah tau bahwa ibu saya sudah meninggal saat di telpon, kakak saya sebelum saya keluar menjawab telpon itu dan kakak saya bilang untuk tidak menceritakan Perihal tersebut Pada Saya)mungkin karena dia tau tentang hal tersebut dia ahirnya Mau memberikan kembali uang kost dan biaya makan saya selama Sebulan yang di bayar duluan).
Semalama Saya tidak bisa tidur dan terus memandangi foto ibu entah kenapa air mata slalu meluncur deras hingga tak bisa tertahan “dalam Hati slalu menyimpan kecurigaan tentang Apa yang terjadi dengan ibu…?kenapa saya harus pulang kalau ibu sakitnya tidak parah Atau jangan2 ibu telah….?”
Jam delapan pagi aku segera pamitan sama ibu kost, menuju stasiun kereta Api terdekat dengan mengambil Kereta Clas Ekonomi untuk menghemat biaya mengingat perjalanan ku masih jauh Harus melewati 2 (dua) pulau untuk bisa sampai di pulau ku,,,,sengaja Aku pilih tempat duduk di pojok agar dalam perjalanan Aku bisa melihat Pemandangan selama perjalanan Namun hampir setegah perjalanan kereta itu kembali aku di buat tidak tenang ahirnya aku berdiri dan menuju pintu sambungan kereta,,,sesekali muncul pertanyaan tadi malam hingga membuat aku tak bisa tenang,,,sebelum Kereta jalan tadi aku menyengajakan diri untuk menukar uang receh sebanyak2nya untuk di berikan pada pengamen dan pengemis di perjalanan dengan Harapan agar do’a saya dalam hati bisa terkabul “iya do’a tentang keselamatan ibu Saya”di perjalanan itu tak terhitung lagi saya duduk dan berdiri sambil memutarkembali ingatan saya tentang wajah sayu yang sudah mulai memperlihatkan keletihanya dengan beberapa keriput yang di wajahnya juga terlihat jelas beberapa helai rambut yang lurus itu beruban,,
Teringat Lebaran tahun lalu lantaran karena perbedaan pemberian uang saya marah dan membanting gitar yang sempat dia belikan dulu Pada saat itu, mamang kondisi emosi sebagai anak remaja yang masih duduk di angku kelas 3 SMU benar aku tunjukan ‘’“Bu kok saya di kasih uang lebaran tidak sama dengan yang lain ….?Maksud saya saudara2 saya yang lain…Ibu “Kamukan sudah dapat uang kemarin untuk di belikan gitar (Dalam Bahasa Daerah “Nggomi waura Mbei piti weli kai gitar mu re ana)”Tampa berpikir panjang saya pun membanting gitar hingga pecah tapi tanpa saya sadari dari mata sayu itu menetes Air mata ya Airmata yang baru kali itu saya lihat….mungkin ibu pada saat itu merasa hatinya tergores oleh perlakuan anaknya hingga tak mampu menahan air matanya….Oh tuhan saya telah membuat ibu ku manangis sungguh hamba adalah anak yang tak tau di untung “Maaf bu maafkan Anak mu”sesekali aq usap air mata dalam perjalanan pulang itu.
Kambali aku teringat ketika ibu Mengantarkan aku ke pangkalan Bus jurusan luar kota antar propinsi tempat untuk menempuh pendidikan Paska lulus SMU bersama saudara2 ku juga ikut Gadis yang aku sebut Pacar Tadi “Ayu”Namanya malam itu malam terahir aku ketemu ibu (dan ternyata Malam terahir dan untuk selama-lamanya)sebelum naik ke Bus aku memeluknya erat2 dan menangis karena akan aku akan merindukannya,,,Ibu Mencoba menenangkan ku Sambil berkata “Sudah Jangan Nangis,,,Anak laki-laki g boleh menangis,,,Anak laki2 Harus kuat,,,Anak laki2 harus tegar apapun tentangannya Harus di hadapi,,,,Ibu dan Bapak mu Pasti mendo,akan mu dn berharap yang terbaik buat mu, di tempat yang jauh sana,,,jangan lupa Sholat dan menagji dan do’akn saja ibu dan Ayah agar tetap sehat untuk menafkai keluarga kita dan membiayai sekolah mu…rajin belajar ya di tempat mu yang baru Terahir Ibu yakin kamu bisa membagakan kedua orang tua mu”dan lagi2 air mata ini terus meleleh dalam perjalanan itu.
Singkat Cerita Setelah menempuh Perjalanan yang
melelahkan Selam dua hari ahirnya Aku Sampai di depan rumah malam Hari sekita
pukul 12.00 malam ketika melihat banyak orang di dalam rumah aku segera berlari
menuju ke kamar ibu tanpa menghiraukan mereka,,,ternyata aku hanya menemukan
Ayah dan adik2 ku berkumpul di dekat persemaiayam Ibu,,,tak terasa air mata
menetes dengan deras,,,malam itu bagai halilitar menyambar perasaan tidak
percaya menyelimuti ku,,,,terkadang dalam hati berucap kenapa tuhan terlalu
cepat memanggil ibu ku…?kami belum siap menjalani hidup tanpa ibu tuhan…?Ibu
pasti kelelahan berkerja hanya untuk membiayai sekolah Anak-anaknya,ibu, pasti
kelelahan bekerja hanya agar anak-anaknya seperti Anak-Anak keluarga
lain,,,,ibu pasti kelelahan bekerja Hanya untuk melihat anak-anaknya tidak
kekurangan dan bisa tersenyum seperti anak2 keluarga lain….di dekat aku ayah
meminta ku bersabar dan bertawkal “ibumu sudah di makam dua hari yang lalu”
Aku tak bisa menahan Haru dan rasa sesalku
karena tak bisa mengantar Kepergian terahirnya ibu”menuju kealam keabadian
sana”Jauh di lubuk hati aku berdo’a untuk ibu semoga tuhan memberi tempat yang
layak untuk ibu ku,,,Imam Berjanji akan menjaga adik2 dengan baik dan
memastikan mereka tidak akan kehilangan Indahnya masa kecil dan Senyum
keceriaan karena kepergian mu yang tak akan kembali lagi.
Semoga Cerita ini Memberi kita inspirasi dan
ma’afkan penulis jika kalimat2nya susah di cerna berusahalah untuk
mencernanya,,,Semoga Yang masih punya ibu tetap menjadikan ibunya wanita
terhebat di dunia dan jangan Biarkan Airmatanya mengalir karena ulah
kita,,,sebelum terlabat gunakan momentum Ramdhan dan idul fitri ini untuk
memohon Ampun pada malaikat yang bernama “Ibu” karena penyesalan tidak akan
datang duluan.
By.Syaf Kaso
Label:
CERITA
12.36
BAYAR ASAP
Diterbit Oleh Unknown pada Minggu, 22 Juni 201412.36
Dua bulan sudah Hamsi bekerja sebagai penjual Soto Sate di pasar Bima. Selama dua bulan itu, dia menjalani aktifitas rutinnya merangkap sebagai pelayan, pencuci piring, pembakar sate, sekaligus menjadi kasir. Meskipun baru beroperasi dua bulan, warung Hamsi sudah sangat tersohor seantero kota. Orang-orang kantoran biasanya datang bergerombol untuk makan siang mencicipi menu sate the bestnya Hamsi, begitu pula dengan ibu-ibu yang berbelanja ke pasar, mereka tetap singgah untuk membeli beberapa bungkus. Hamsi memang pintar, aroma sate dan kuah sotonya memang beda, orang baru yang sekedar ingin mencoba, pasti dibuat ketagihan untuk nambah lagi. Tak salah jika akhirnya di rombong soto itu Hamsi tempelkan baligo kecil untuk propaganda, “SotSat La Hamsi. Asapnya saja Nikmat”.
Sekali waktu, dua wanita muda yang cantik datang ke rombongnya. Mereka bercakap-cakap agak lama, sepertinya menimbang-nimbang untuk beli atau tidak. Siang itu sate Hamsi memang sepi pembeli, tidak biasanya seperti itu, dari pagi sampai siang kok belum ada satu pun orang yang singgah di warungnya. Melihat kedatangan dua wanita muda ini Hamsi mulai mengeluarkan jurus resepsionisnya yang jitu, “Assalaamu’alaikum adinda! Mari silahkan, mumpung masih panas dan dagingnya segar-segar, makan sini apa bungkus?”, ujarnya kalem menyambut mereka.
Cewek-cewek ini tidak menjawab, mereka masih berbisik-bisik. Salah seorang diantara mereka malah mendekat ke Hamsi, lalu menghirup-hirup hawa dari kuah soto, sepertinya hendak merasai aroma. Cewek itu manggut-manggut, lalu dia suruh temannya untuk menghirup juga. “Caru romo nggoke, lai poda ngolo kuah soto na ke!”, kata cewek itu. Hamsi sumringah, dia mulai sedikit ke-Ge eR-an mendengar penilaian cewek-cewek ini. Apalagi melihat penampilannya, Hamsi mencoba menebak-nebak kalau mereka ini sepertinya pegawai Bank, pastilah nanti mereka beli banyak. “Hmm...., iya mbak, boleh diperiksa-periksa, yang jelas daging saya bebas anthrax, bebas formalin, karena kambing saya muslim semua Mbak!”, kata Hamsi.
“Kalau gitu bungkusin satenya aja pak ya!”, kata salah satu cewek tadi.
“Berapa mbak?!”, tanya Hamsi.
“Lima ribu saja!”, jawab cewek itu.
“Lima ribu tusuk maksudnya mbak?”, tanya Hamsi serius.
“Bukan pak. Cuma lima ribu perak aja!”, jawab cewek itu santai.
“Oooooooooo..... taho, kidi ngena ta ede re!!!”, jawab Hamsi ketus.
“Nara na mantika gaga jan wati, kidi kantoi-ntoi, paresa rero soto na radaku bos. Tau-tau weli cuma lima riwu!”, keluh Hamsi membatin, dia kesal juga karena dari tadi cewek-cewek ini pake acara ngecek warung sudah kayak tim supervisor Disperindag.
Saat Hamsi sedang mengipas sate di tungkunya, cewek-cewek ini malah mendekat lagi. Mereka menghirup asap sate yang mengepul itu berlama-lama, “Hmmmmmhhhh... de memang caru romo ngolo sate rau ke. Caru kabua na markani Mas ake ke!”, katanya.
Mendengar celetukan-celetukan itu bikin Hamsi hampir naik pitam, tapi dia tetap jaim demi reputasi di mata pembeli. “Peya lakoeee....!”, katanya dalam hati.
Sate pun sudah selesai dibungkus. Cewek itu menyodorkan uang 50.000. Hamsi mengambilnya lalu memasukkannya ke dalam laci, lalu diambilnya uang 5.000 sebagai kembalian dan diserahkan ke cewek itu. Sontak saja mereka heran melihat ulah penjual sate ini. “Pak! Itu uang lima puluh, kok kembaliannya cuma lima ribu?!”, tanya mereka serius.
“Begini ya Dek! Tadi kalian berdiri di sini 20 menit, kalian kangufi-ngufi obu soto dan obu sate sampe bilang caru romo. Asap sate saya harganya 10.000, asap soto juga 10.000. Kalian ini kan berdua, jadi totalnya 40.000. Understand?!”, jelas Hamsi dengan tegasnya.
“Lho... Kok bisa begitu, apa-apaan sih?”, tanya cewek itu marah-marah.
Lalu Hamsi menarik tangan mereka ke arah depan rombong. Hamsi menyuruh mereka membaca baligo kecil tadi. “Keeee, baca ke.... Da kanggangamu isi madamu!?”, ujar Hamsi membentak.
...................“SotSat La Hamsi. Asapnya saja Nikmat”................
Label:
CERITA
12.28
Pak Otong Si tukang Tambal Ban
Al Hasyr 59; 2 "Ambilah ibrah ibrah (pelajaran
darinya) wahai bagi orang-orang yang celik mata hatinya (berfikir)"
An-Nahl; 66 & Al-Mu’minun; 21 "Dan sesungguhnya
pada binatang-binatang ternak itu, kamu beroleh pelajaran (ibrah) yang
mendatangkan iktibar. Kami beri minum kepada kamu daripada apa yang terbit dari
dalam perutnya, yang lahir dari antara hampas makanan dengan darah (Iaitu) susu
yang bersih, yang mudah diminum, lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang
meminumnya."
Malam itu angin tak henti2 dan hujanpun terus mengguyur kota
M,,,sesekali di sertai petir yang menggelegar,Seorang pengusaha Muda yang cukup
sukses dengan mobil mewahnya menerobos malam menuju Bandara tiba2 dalam
perjalanan Ban mobil pengusaha muda itu bocor yang mengharuskan dia berhenti di
tengah jalan yang jarakx cukup jauh dengan perkampungan “Sial pake acara Ban
bocor lagi mana jauh dari perkampungan dan saya harus tepat waktu ke
surabaya”Tak lama dia memeriksa ban mobilnya lewatlah seorang (sebut saja pak
otong” dengan sepeda ontelnya lalu mendekati pengusaha muda itu sambil menyapa
“Maaf pak kenapa dengan mobilnya…?”lalu di jawab “Oh ia pak ini ban mobil saya
bocor”mendengar jawaban pengusaha muda tersebut pak otong mencoba menawarkan
diri untuk membantunya (oh ya pemirsa saya ingin bilang kalau pak otong profesi
utamanya adalah Penambal ban selain bertani )lalu di iakan oleh pengusaha
tersebut,,,dengan Sigap pak otong menuju rumahnya mengambil peralatan tambal
ban dan kembali untuk membongkar ban mobil yang bocor tersebut kemudian
menempelnya sehingga mobil tersebut bisa melaju kembali,,,,,setelah
pekerjaan pak otong selesai, maka oleh pengusaha itu memberinya uang seratus
ribu atas usahanya, lalu kemudian di kembalikan oleh pak otong 80 ribu ke
pengusaha tersebut,tapi sebenarnya pengusaha tersebut ingin memberi semua uang
100 tersebut kepada pak otong yang tentu di rasa cocok atas usaha pak otong
yang mau dengan sekuat tenaga membatunya,namun tetap saja di tolak oleh pak
otong dan pak otong hanya mengambil atas jasax sebesar 20 ribu,ya sudahlah ucap
pengusaha ini dan karena dia harus mengejar pesawat kesurabaya maka tak
berpikir panjang dia mengambil uangnya dan berusaha melaju secepatnya demi
keperluan ketemu orang penting yang sudah terjadwalkan untuk sebuah
proyek di Surabaya,,,di perjalanan menuju bandara mulcul niatan dalam hari
pengusaha tersebut untuk menemui lagi si tukang tambal ban tersebut dan
bernajar jika dia tepat waktu bertemu orang penting tersebut dan mendapatkan
mega proyek itu dia akan menghajikan si tukang tambal ban itu dan yang tidak
kalah penting kenapa adalah menanyakan kenapa si tukang tambal ban
tersebut begitu ngotot mengembalikan uang sisa ke dia,,,karena selama ini yang
ia alami ketika dia memberi lebih pasti di terima dan merasa senang…tapi dengan
si tukang tambal ban ini aneh kemudian muncul pertanyaan ada apa dengan Tukang
tambal ini…?
singkat cerita pengusaha muda tersebut berhasil dengan tepat
waktu bertemu Orang penting tersebut dan mendapatkan mega proyek di
daerah di Surabaya setelah pengerjaan proyek berjalan mulus maka tentu saja
pengusaha ini mendapatkan banyak keuntungan lalu ia teringat untuk kembali
menemui pak otong si tukang tambal ban untuk melaksanakan najarnya dan
menemukan perihal jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dalam
benaknya selama dalam perjalanan menuju bandara. Catatan“yang dulu kalau tidak
ada si tukang tambal ini mungkin saja pengusaha ini tidak mendapatkan mega
proyek tersebut” sampailah pengusaha ini di tempat si tukang tambal ini yang
kebetulan lagi menambal ban motor pelanggangnya “hai pak masih ingat
saya…..?”sedikit bengong pak otong memelototi tamunya ini”Maaf pak saya
tidak ingat”ahh bapak saya ini yang bapak tolong malam2 ketika ban mobil saya
bocor dan saya waktu itu harus kebandara secepatnya….”oh ia pak saya
ingat,,,tapi ada apa ya pak…?”gini pak saya sebenarnya waktu itu dalam
perjalanan menuju Surabaya untuk keperluan mendapatkan proyek dan Alhamdulillah
saya mendapatkannya namun mungkin saja saya tidak mendaptkan proyek tersebut
jika pada waktu itu bapak tidak ada dan membantu saya…..setelah menjelaskan
semuanya termasuk nazarnya untuk menghajikan bapak tukang tambal ban tersebut
ingatlah dia pada pertanyaan “kenapa pada waktu itu bapak begitu ngotot
mengembalikan uang pemberian saya dan hanya mengambilnya 20 ribu saja padahal
saya benar2 ingin memberikan uang 100 ribu tersebut semua kepada bapak sebagai
ucapan terima kasih saya “oh itu pak,,,begini pak jawaban saya sederhana pak
“Saya berkerja selain karena mencari nafka saya juga ingin pekerjaan saya
bernilai ibadah dalam bentuk menolong orang dan saya hanya ingin mengambil
sesuai hak saya yaitu ongkos tambal ban pada malam hari ya segitu pak”alangkah
terkejutnya pengusaha ini atas jawaban sederhana pak otong yang begitu
berbanding terbalik dengan yang dia tau dan temui dalam pergaulan di
negeri ini termasuk dengan para pejabat ”di jaman ini Jangankan haknya sendiri
hak orang lainpun banyak yang di embat untuk kepentingan pribadi dan
golonganya”dan terahir pak otong di daftarkan haji dan melakukan perjalanan
haji.
Cerita Guru to’I AKHDIANSYAH pada sebuah
pertemuan kecil di desa yang saya ceritakan kembali sekemampuan
saya,,,kalau2 ada salah tulis,boros kalimat dll semoga di pahami ya…! By Syaf Kaso
Label:
CERITA
12.24
di awal perjalanan kami star bareng, namun di tengah perjalanan saling mendahului , kami yang paling belakang yang mengharuskan kami untuk lari pelan pelan mengingat ban motor kami licin karna udah tipis tidak mampu untuk mengejar mereka . saya dan Edi Irawanpun sependapat untuk pelan pelan sambil menikmati pemandangan” indah itu
di saat kami sedang asik bercerita datanglah seorang laki-laki yg dari tadi mengikuti kami diapun mengaku dirinya sebagai pekerja diler lalu menyuruh kami berhenti dan kamipun berhenti, kamipun Tanya jawab saat itu terkait dengan motor yg mereka cari/hilang
PERJALANAN JAUH MENGESANKAN
Siang kini tlah datang pagipun kini telah berlalu dimana nantinya kami akan menghadiri acara pernikahan senior kami yaitu kakanda Nasar, Perjalanan dari Dompu ke Bima yang begitu jauh mengharuskan kami star lebih awal supaya tidak terlambat dalam mengisi acara pernikahan itu, Kamipun mulai star skitar jam 14:00 Wita
Pada saat itu hati saya tidak tenang mengingat ban motor saya sudah tipis kayaknya mau istrahat pipis, namun hati kecil saya berkata “ini adalah pernikahan senior saya maka harus saya hadiri” akhirnya tampa pikir panjang mengingat waktu yg terus berjalan kamipun berangkat menuju bima, saya boncengan ama Edi Irawan dan teman-temanpun memiliki pasangannya masing masing.
di awal perjalanan kami star bareng, namun di tengah perjalanan saling mendahului , kami yang paling belakang yang mengharuskan kami untuk lari pelan pelan mengingat ban motor kami licin karna udah tipis tidak mampu untuk mengejar mereka . saya dan Edi Irawanpun sependapat untuk pelan pelan sambil menikmati pemandangan” indah itudi saat kami sedang asik bercerita datanglah seorang laki-laki yg dari tadi mengikuti kami diapun mengaku dirinya sebagai pekerja diler lalu menyuruh kami berhenti dan kamipun berhenti, kamipun Tanya jawab saat itu terkait dengan motor yg mereka cari/hilang
mereka menuduh motor yg mereka cari adalah motor yg kami bawa tetapi setelah di cek ternyata bukan pada saat itupula datanglah segerombolan snior yg di mana ada ksyaf kaso, d aje bang yoga dan mas depen lalu merekapu berhenti dan k syaf kaso pun menyapa orang itu begitu pula sbaliknya ,,orang itupun minta ma’af lalu pergi,,,,
kamipun mulai melanjutkan perjalanan, perjalanan yg mengasikan dimana di bumbui dengan canda tawa antara snior dan yunior jam menunjukan pukul 15:20 Wita dimana kami mulai masuk wilayah panda pada saat itu kami atur posisi dimana k syaf dan mas depen pasukan depan (pemimpin) kami sebagai pengikut di belakang ,, tampa pikir panjang kamipun lari, eeeh ternyata kami melihat penampakan baju ijo(rajia) kamipun balik sedangkan k Syaf dan rekan nyapun lolos aman saja , dan akhirnya kami berkesimpulan untuk mengambil jalur lain dan akhirya kamipun juga lolos dan selamat sampai tujuan .
sesampainya di tempat pernikahan bang nasar acaranya belum di mulai kamipun duduk santai sambil menikmati suasana pemandangan di situ dengan sebatang rokok, acara pernikahan nya udah mulai, kamipun masuk dan mengisi kursi kosong yg telah di sediakan
acara pernikahannya pun sungguh jauh dari adat nika dou dompu namun saya berpikir itu adalah kebiasa’an nika dou wadu mbolo kali yaa,, di sesi yg terakhir dimana sesi penutup kita di tuntun untuk bersalaman dengan kedua mempelai dan kedua orang tua mempelai, saat bersalaman kakanda nasar sedih campur bahagia pengen nangis tapi malu.
acara telah selesai saya Edi Irawan dan d rudi pun menuju ke bima kota
skalian cari angin malam di sana hingga akhirnya kami bermain di kosnya wanita kamipun di sedia’in kopi dan apel banting.
hingga akhirnya kami merasa kenyang dan puas
Iwhan Berharap
Label:
CERITA







