Latest Post
20.03
“Hari Pertama Puasa karena Lapar jadi agak loncat “
Diterbit Oleh Unknown pada Minggu, 25 Januari 201520.03
Pada
Sebuah Kesempatan Saya Pernah Membaca tentang Ini :
“Hakekat
Anggaran”
•
Anggaran Daerah - Negara adalah uang rakyat, yang
bersumber dari rakyat
•
Bersumber: Pajak, Restrisbusi, BUMN, Pinjaman/Hutang,
Hibah dan Pendapatan lain yang sah.
Anggaran
diperlukan untuk menjamin eksistensi Negara dan membiayai pengelolahan Negara:
•
Untuk menjamin
dipenuhinya hak-hak rakyat (ecosob right)
•
Untuk
menciptakan kesejahteraan
Masyarakat.
•
Untuk membiayai
pelayanan kepada masyarakat.
Tentu
dalam penerapannya,,,Negara sebagai pengelola uang rakyat hadir untuk
memberikan dan memenuhi hak-hak dasar rakyat Seperti Pendidikan,kesehatan dan
infrastruk lainnya…Adanya Negara “wellfare State” Negara kesejahteraan tentu memberi ruang Bagi Negara
untuk mengatur uang Rakyat tersebut untuk kesejahteraan rakayat.
Lalu Pada
kesempatan yang lain saya pernah mendengar percakapan ini :
“Ntar
Malam kita Ngenet Gratis di Taman Kota ya Broo…?”di jawab oleh temannya “Ah
Kamu maunya Gratisan aja”
Tentu
saya hanya ingin menangkis “Kalimat Gratis” lewat pikiran saya lalu tertuang
dalam tulisan bahwa jangan2 Pemakna Gratis atas Apa yang sudah di sediakan oleh
Pemerintah Pada Tempat-tempat Pelayanan Publik tersugesti luas “dan terbukti pada
Percakapa di atas”sehingga kita tidak pernah mau bersikap Kritis pada Soal2 itu
karena menganggap Pemerintah Sudah sangat Berbaik Hati telah Menyediakan Semua
yang kita butuhkan Lalu muncul Perntayaan “Au Wali ku di Ne’em mu”au wali ku ma
kura dan Lain2 yang terkesan bahwa kita sebagai rakyat adalah penikmat yang
tidak berhak atas tuntutan apapun tentang Kesejahteraan Padahal saya mengutip tentang
“Hakekat
Anggaran”
•
Anggaran
Daerah - Negara adalah uang rakyat, yang bersumber dari rakyat
•
Bersumber:
Pajak, Restrisbusi, BUMN, Pinjaman/Hutang, Hibah dan Pendapatan lain yang sah.
Ah mungkin aku berlebihan dalam memaknai percakapan
tersebut tapi rasanya aku juga tidak
terlalu berlebihan kalau merujuk pada sumber anggaran yang nota bene berasal
dari Rakyat,Negara adalah sebagai Pengelola Uang rakyat dan untuk kesejahteraan
Rakyat,,,
Di awal
Puasa Ini Saya Ingin Mengajak Kawan Edon Owa Monca Dan Iwan Berharap untuk
tidak merasa mapan berpikir,,,Ini Bukan Soal Prodak Barat atau Timur Ini murni
karena Semata-mata untuk menemukan Sisi positif dan kebenaran Atas apa yang
kita liat dan Rasakan Bukankah Nabi Saw mengajarkan kita untuk kritis,
tidak taqlid, terhadap apapun termasuk keyakinan kita. Karena,
dengan bersikap kritis sesorang akan tahu mana sisi positif dan negatif .
Sesuatu yang positif dilanjutkan dan yang
negatif ditelaah dan di perbaiki untuk manfaat (kontribusi) dan berkah
(transformasi) buat umat.
Karena
ini bertepatan dengan Puasa semoga Puasa Anda Berdua Berkah dan Tida berpikir
macam2 Apalagi tentang Makanan (Larangan Keras)Kecuali Untuk Berbuka ,,,saya
ingin mengutip Firman Allah “Maka berilah kabar gembira kepada
mereka hamba-hamba-Ku. Yaitu mereka yang mendengarkan perkataan, kemudian
mengikuti mana yang terbaik. Mereka itulah orang-orang yang diberi
petunjuk oleh Allah dan itulah orang-orang yang berakal budi (ulu al-albab)” (Q.S. al-Zumar/39:17-18)”
Satu Lagi
Mas Edon owa monca dan Iwan Berharap :
Mujadilah ayat 11
“ٌ ...دَرَجاتٍ الْعِلْمَ أُوتُوا الَّذينَ وَ
مِنْكُمْ آمَنُوا الَّذينَ اللَّهُ يَرْفَعِ...”
Artinya : “…
Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (Q.S. Al – Mujadilah 58 : 11)
Saya
tidak Bermaksud menjelaskan Apa maksud ayat tersebut Kawan edon owa monca dan
iwan Berharap Sebagai penutup saya juga menemukan Ini : Surat Ar-Ra'd ayat 11. ....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا
مَا بِأَنْفُسِهِمْ ....
artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum
itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
Kawan
edon dan Iwan Berharap Jalan Kritis adalah jalan menemukan kebenaran dan jalan
menemukan Kebenaran adalah Jalan mempertanyakannya secara kritis,,,ya anggap
saja dengan berpikir Kritis kita Mulai Merubah nasib dan pembodohan Penyedia layanan itu…Sekian
dan terima Kasih.
Catatan
di tengah pertarungan Memberantas Hawa diri sendiri di Bulan Puasa,,,Semoga
tidak berdosa dan kalaupun ngawur anggap sedang tidak konsen Karena Biasa
“Lapar”.
Label:
OPINI
00.58
sudah separuh dekade diri ini menempuh study masih ada saja yang mengiginkan penderitaanku karena satu kesalahan dan ini menjadi catatan hidup yang tak bisa terlupakan dalam sejarah hidup sampai anak cucuku kelak nanti, akan kuwaris sepenggal cerita itu buat mereka kelak nanti agar jangan melawan orang2 yang hebat.
Suara Hati
Diterbit Oleh Unknown pada Sabtu, 27 September 201400.58
sudah separuh dekade diri ini menempuh study masih ada saja yang mengiginkan penderitaanku karena satu kesalahan dan ini menjadi catatan hidup yang tak bisa terlupakan dalam sejarah hidup sampai anak cucuku kelak nanti, akan kuwaris sepenggal cerita itu buat mereka kelak nanti agar jangan melawan orang2 yang hebat.
setiap melangkah pasti ada duri dan onak akan menusuk mata batin, segala tindakan pasti ada konsekuensinya, takdir itu sangat kelam. Tiada satu setan dua binatangpun yang mau membantu malah membantah dan membantai psikolog.
Kelaliman itu tak berhumanis,cercaan selalu datng di kuping kiri-kanan, hambar semua dirasa bila mengecap persoalan yang rumit itu. Segala yang indah sirna dan raib oleh masa suram ini, Tuhan hanya menertawakan Nasib hambanya yang tak taat padanya.
perasan dan ideologiku akan tergadai oleh masa depanku yang cerah, kompleksitas sudah apa yang di alami menjadi luka yang sukar terobati.
Label:
CERITA
20.27
Sabtu, 13 Sep 2014
Pemerintah dompu mengesahkan pembuatan Pura terbesar Di Dompu.
Diterbit Oleh Unknown pada Sabtu, 13 September 201420.27
Sabtu, 13 Sep 2014
Meski Ditolak warga, Pura Terbesar di Asia Diresmikan di
Desa Pancasila, Dompu NTB
NTB (voa-islam.com) - Kembali umat Islam merasa dikhianati
oleh Pemerintah di negeri ini. Kemarin tanggal 9 september 2014, bertempat di
Desa Pancasila, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu NTB, Pangdam Udayana beserta
puluhan personil TNI dan Polri serta ratusan umat Hindu dari Bali dan NTB pada
umumnya meresmikan sekaligus melakukan sembahyang di salah satu Pura yang di
klaim sebagai Pura terbesar di Asia.
Keberadaan pura yang luasnya mencapai lebih kurang 10 hektar
tersebut, selama ini dianggap oleh masyarakat, khususnya umat Islam di desa
Pancasila, sebagai pura yang ilegal karena berdiri lahan yang didominasi
mayoritas umat islam dan sangat meresahkan warga.
Ini dikarenakan posisi Pura yang berdekatan dengan mata air
warga serta keberadaan Pura yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan Bersama
(SKB) tiga menteri yaitu pasal 13,14 dan 15.
Sikap pemerintahan yang memberikan ijin pembangunan pura
didekat lokasi mayoritas umat Islam, telah mencederai perasaan umat islam,
ditambah lagi dengan klaim umat hindu yang mengaku sebagai pure terbesar di
Asia merupakan penghinaan terhadap umat Islam, sebagai umat mayoritas di daerah
Dompu dan selayaknya pura terbesar tersebut haruslah didirikan di daerah
mayoritas jindu di Pulau Bali.
Salah satu masyarakat yang kami temui menuturkan, "kami
masyarakat desa Pancasila dan enam dusun lainnya disini tidak setuju dengan
keberadaan Pure tersebut,karena bukan daerah mayoritas umat hindu serta keberadaan
sumber mata air kami yang berdekatan langsung dengan bangunan Pure" ungkap
bapak Abdullah.
"Mereka mengerahkan aparat yang banyak beserta Pangdam
Udayana serta jajaran tinggi lainnya, seakan ingin mengintimidasi kami yang
tidak setuju dengan keberadaan pura ini" lanjut beliau.
Forum Umat Islam (FUI) Dompu, juga menolak keberadaan pura
tersebut karena bertentangan dengan SKB 3 menteri serta keberadaan sumber mata
air warga yang langsung berada dekat Pure.
Karena apa yang terjadi di daerah mayoritas Islam sangat
berbeda dengan tempat minoritas islam seperti di Bali dan daerah lainnya.
Baru-baru ini media televisi gencar memberitakan pelarangan jilbab
disekolah-sekolah didaerah Bali, sikap umat hindu bali seperti ini justru akan
menimbulkan penentangan dari umat Islam di daerah-daerah mayoritas seperti di
NTB ini.
Ketika tim media mendatangi Ketua MUI Dompu beserta jajaran
Muspida yaitu Wakil Bupati Dompu NTB untuk menanyakan perihal pura tersebut,
semuanya merespon dengan baik dan akan meninjau kembali ijin keberadaan Pure
tersebut. [fayis/adivammar/voa-islam.com. Bima Institute
Label:
BERITA
05.57
SISI LAIN PEMIKIRAN ADOLF HITLER
Diterbit Oleh Unknown pada Rabu, 06 Agustus 201405.57
Adolf Hitler adalah seorang diktator yang dikenal oleh banyak orang sebagai orang yang kejam dan bengis yang sangatlah terkenal dengan faham Fasisme. Tetapi disisi lain Adolf Hitler mempunyai sisi lain yang sangat bertolak belakang sejarah yang ada didunia ini. Buku sejarah dunia lebih banyak mencatat sisi kelam dari Adolf Hitler yang terkenal dengan peristiwa pembantaian Yahudi atau dikenal dengan istilah Holocaust.
Jika
kita berbicara tentang kebengisan dan pembunuhan umat manusia, di
Inggris juga ada yang lebih keji dari itu begitu juga pada masa
kekaisaran Jepang. Namun mengapa dunia hanyalah menghukum Adolf Hitler dan
menjelek-jelekkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih berwujud hingga hari
ini sementara dunia melupakan kesalahan Inggris terhadap Skotlandia,
Jepang terhadap dunia dan Afrika Selatan terhadap warga kulit hitam-nya?
Prinsip-prinsip Adolf Hitler
Prinsip Adolf Hitler tentang Yahudi, Zionisme dan proses berdirinya negara Israel. Adolf Hitler telah
melancarkan Holocaust untuk membasmi Yahudi karena dia beranggapan
suatu saat nanti Yahudi akan menjerumuskan umat manusia didunia.
Prinsip Adolf Hitler tentang Islam. Adolf Hitler telah mempelajari sejarah tentang kerajaan
dan umat terdahulu, dan dia telah menyatakan bahwa ada tiga peradaban
yang terkuat yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiga peradaban yang terkuat itu telah
menguasai dunia pada masa lalu. Sementara Persia dan Romawi masih
melanjutkan peradaban mereka hingga hari ini, namun Arab hanya
bertengkar dengan sesamanya. Dia melihat ini sebagai satu masalah
karena Arab akan merobohkan Peradaban Islam yang dia telah lihat begitu
hebat pada masa lalu.
Adolf Hitler merasa kagum akan Peradaban Islam, oleh karena itu dia telah mencetak panduan mengenai Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi, walaupun pada waktu itu kepada tentara yang non-Islam.
Dimanapun dia berada, Adolf Hitler
juga selalu memberi kesempatan untuk tentara Jerman yang beragama Islam
untuk menunaikan sholat ketika sudah masuk waktunya, bahkan tentara
Jerman pernah sholat berjama’ah di Lapangan Berlin dan pada waktu itu Adolf Hitler hanya menunggu mereka hingga mereka menyelesaikan sholat berjama’ah untuk menyampaikan pidatonya.
Adolf Hitler juga
sering bertemu dengan para Ulama Islam dan meminta pendapat mereka
serta belajar dari mereka tentang agama, khususnya Islam dan kisah para
sahabat dalam menyusun strategi.
Dia
juga meminta para Syaikh untuk mendampingi tentaranya dan mendo’akan
mereka yang non- Islam dan memberi semangat kepada tentara Islam untuk
memerangi Yahudi.
Pengaruh Al-Quran dalam ucapan Adolf Hitler
Ketika Adolf Hitler dan
tentara Nazi tiba di Moscow, dia berniat menyampaikan pidato. Dia
memerintahkan para penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang
agung dari kitab suci, kata-kata ahli filsafat atau dari bait syair.
Seorang sastrawan Iraq yang tanggal di Jerman memberi masukan ayat
Al-Qur’an yang artinya adalah “Telah dekat Hari Kiamat dan telah terbelah bulan…”
Adolf Hitler merasa
kagum dengan arti ayat Al-Qur’an ini dan menggunakannya sebagai kalimat
pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Para ahli tafsir Al-Qur’an
sendiri menjelaskan bahwa ayat Al-Qur’an tersebut bermakna keagungan,
kekuatan dan mempunyai arti yang sangat mendalam.
Semua ini dinyatakan Adolf Hitler dalam bukunya Mein Kampf yang ditulis di penjara bahwa segala tindakannya berdasarkan Al-Qur’an khususnya tindakannya terhadap kaum Yahudi.
Adolf Hitler bersumpah dengan nama Allah SWT
Adolf Hitler telah
mengatakan sumpah dengan menyebut nama Allah SWT di dalam ikrar
pimpinan tentaranya yang akan tamat belajar di Akademi tentara Jerman.
“Saya
bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan inilah sumpah
suci saya, bahwa saya akan mematuhi semua perintah pimpinan tentara
Jerman dan pemimpinnya (saya) Adolf Hitler, panglima tertinggi, akan
selalu bersedia untuk mengorbankan nyawa saya kapanpun demi
kepemimpinan saya”.
Adolf Hitler juga
pantang meminum arak ketika dia gemetar saat keadaan pasukan Jerman
sedang goncang dan berbahaya. Waktu itu para dokter memintanya meminum
arak sebagai obat dan beliau menolak sambil berkata, “Bagaimana anda
ingin menyuruh seseorang minum arak untuk pengobatan sedangkan dia
seumur hidupnya tidak pernah menyentuh arak” . Adolf Hitler tidak pernah menyentuh arak sepanjang hidupnya, minuman kegemarannya adalah hanya teh celup.
Sebagai
orang yang terikat dengan akademik, kita bisa mempelajari sisi baik
dari sang diktator ini, meskipun Adolf Hitler mempunyai sejarah yang
sangat jelek dimata orang-orang akan tetapi kita juga bisa memetik
kebaikan darinya itu. Wallahu a’lam.
Label:
BIOGRAFI TOKOH
10.08
Saptu Sore atau Malam Minggu walau aku benar-benar telah mengubur keinginan pulang kampung lebaran Kali ini,,,Tapi tidak untuk kerinduan ku Biasanya Malam minggu ini kalau tidak aku yang nelpon kerumah akan ada orang rumah yang nelpon atau pacar saya telpon begitu siklus selama enam bulan menempuh pendidikan,,,,Namun setelah selesai Sholat Tarawih, di mesjid terdekat kost ku terasasekali dingin yang menusuk tulang dan sesekali petir menyapa langit mendung Malam itu entah apa yang kurasa malam itu benar-benar membingungkan,,,”Ah mungkin karena Aku terlalu rindu akan pulang kampUng”Timpal ku dalam hati makin lama2 terasa makin tidak tenang,,Segera saja aku kembali mengambil air whudu berniat untuk mengaji siapa tahu saja Aku bisa lebih tenang….beberapa Lama kemudian, Akupun mulai mengaji ,dan aku mendengar dari balik pintu suara ketokan sambil memanggil nama ku, ia suara yang tidak asing bagi ku,,,suara wanita Paruh baya yang slalu menyediakan nasi buat ku selama Aku ngekos enam bulan ini…ia suara ibu supri...Ibu kost ku”Mas imam ne ada telpon dari saudara mu”Ia bu sebentar aq segera membuka pintu dan segera menuju ke ruang telpon “Hallo Mam sahut suara dari telpon ia aku kenal suara ini Suara Saudara ku”..Ia Napa Mas “Sebaiknya Kamu besok pulang ibu Sakit di rumah”aku tidak berkata apa2,,,Aku tidak tau apa aku harus merasa bahagia atau Sedih Tapi dalam Benakku muncul berbagai macam pertanyaan..”Setelah telpon dari Kakak ku Selesai”dan segera, setelah itu aku kembali kekamar dan Tak tau kenapa tiba2 saja aku segera mencari dompet dan memandang foto ibu ku yang biasa aku sisipkan di dompet dan biasanya aku slalu memandangnya ketika rindu….Pertanyaan demi pertanyaan Muncul dalam benak ku “ada APa dengan ibu ku…?Kenapa harus pulang Kalau ibu sakitnya tidak Parah..?Jangan2 Ibu sudah……?Ah tidak tuhan jangan panggil ibu hamba secepat ini….sejujurnya aku masih menenangkan diri untuk tidak berprasangka yang bukan-bukan tentang apa yang terjadi dengan ibu ku di kampung…beberapa Saat kemudian datang ibu supri, ibu kost ku “Mas imam Kamu besok jadi pulang…?” Ia Bu Saya berangkat Besok pagi Menggunakan Kereta Sampai Banyuwangi selanjutnya estafet entah pake apa saja nanti…Tapi,bu Saya tidak punya uang,,,karena Besok minggu saya belum bisa di kirim uang untuk kepulangan Saya,,,Apa Bisa Saya minta Kembali uang pembayaran Kost dan biaya Makan selama sebulan kedepan yg saya bayarkan ke ibu untuk ongkos saya pulang…?
Oh tentu bisa Mam saya Akan Kasih besok,,,,(Oh ya dari cerita kakak Saya di kampong Setelah saya sampai satu minggu ternyata bu supri ibu kost ku sudah tau bahwa ibu saya sudah meninggal saat di telpon, kakak saya sebelum saya keluar menjawab telpon itu dan kakak saya bilang untuk tidak menceritakan Perihal tersebut Pada Saya)mungkin karena dia tau tentang hal tersebut dia ahirnya Mau memberikan kembali uang kost dan biaya makan saya selama Sebulan yang di bayar duluan).
Semalama Saya tidak bisa tidur dan terus memandangi foto ibu entah kenapa air mata slalu meluncur deras hingga tak bisa tertahan “dalam Hati slalu menyimpan kecurigaan tentang Apa yang terjadi dengan ibu…?kenapa saya harus pulang kalau ibu sakitnya tidak parah Atau jangan2 ibu telah….?”
Jam delapan pagi aku segera pamitan sama ibu kost, menuju stasiun kereta Api terdekat dengan mengambil Kereta Clas Ekonomi untuk menghemat biaya mengingat perjalanan ku masih jauh Harus melewati 2 (dua) pulau untuk bisa sampai di pulau ku,,,,sengaja Aku pilih tempat duduk di pojok agar dalam perjalanan Aku bisa melihat Pemandangan selama perjalanan Namun hampir setegah perjalanan kereta itu kembali aku di buat tidak tenang ahirnya aku berdiri dan menuju pintu sambungan kereta,,,sesekali muncul pertanyaan tadi malam hingga membuat aku tak bisa tenang,,,sebelum Kereta jalan tadi aku menyengajakan diri untuk menukar uang receh sebanyak2nya untuk di berikan pada pengamen dan pengemis di perjalanan dengan Harapan agar do’a saya dalam hati bisa terkabul “iya do’a tentang keselamatan ibu Saya”di perjalanan itu tak terhitung lagi saya duduk dan berdiri sambil memutarkembali ingatan saya tentang wajah sayu yang sudah mulai memperlihatkan keletihanya dengan beberapa keriput yang di wajahnya juga terlihat jelas beberapa helai rambut yang lurus itu beruban,,
Teringat Lebaran tahun lalu lantaran karena perbedaan pemberian uang saya marah dan membanting gitar yang sempat dia belikan dulu Pada saat itu, mamang kondisi emosi sebagai anak remaja yang masih duduk di angku kelas 3 SMU benar aku tunjukan ‘’“Bu kok saya di kasih uang lebaran tidak sama dengan yang lain ….?Maksud saya saudara2 saya yang lain…Ibu “Kamukan sudah dapat uang kemarin untuk di belikan gitar (Dalam Bahasa Daerah “Nggomi waura Mbei piti weli kai gitar mu re ana)”Tampa berpikir panjang saya pun membanting gitar hingga pecah tapi tanpa saya sadari dari mata sayu itu menetes Air mata ya Airmata yang baru kali itu saya lihat….mungkin ibu pada saat itu merasa hatinya tergores oleh perlakuan anaknya hingga tak mampu menahan air matanya….Oh tuhan saya telah membuat ibu ku manangis sungguh hamba adalah anak yang tak tau di untung “Maaf bu maafkan Anak mu”sesekali aq usap air mata dalam perjalanan pulang itu.
Kambali aku teringat ketika ibu Mengantarkan aku ke pangkalan Bus jurusan luar kota antar propinsi tempat untuk menempuh pendidikan Paska lulus SMU bersama saudara2 ku juga ikut Gadis yang aku sebut Pacar Tadi “Ayu”Namanya malam itu malam terahir aku ketemu ibu (dan ternyata Malam terahir dan untuk selama-lamanya)sebelum naik ke Bus aku memeluknya erat2 dan menangis karena akan aku akan merindukannya,,,Ibu Mencoba menenangkan ku Sambil berkata “Sudah Jangan Nangis,,,Anak laki-laki g boleh menangis,,,Anak laki2 Harus kuat,,,Anak laki2 harus tegar apapun tentangannya Harus di hadapi,,,,Ibu dan Bapak mu Pasti mendo,akan mu dn berharap yang terbaik buat mu, di tempat yang jauh sana,,,jangan lupa Sholat dan menagji dan do’akn saja ibu dan Ayah agar tetap sehat untuk menafkai keluarga kita dan membiayai sekolah mu…rajin belajar ya di tempat mu yang baru Terahir Ibu yakin kamu bisa membagakan kedua orang tua mu”dan lagi2 air mata ini terus meleleh dalam perjalanan itu.
PELUKAN TERAKHIR IBU DAN TAHUN TERAKHIR LEBARAN
Diterbit Oleh Unknown pada Senin, 21 Juli 201410.08
Tepat 13 tahun Silam setelah lulus SMU…Di beranda depan rumah, sore itu
aku sempatkan diri bermanja-manja dengan menyodorkan Kepala ku dan berusaha
meraih tangannya agar segera mencarikan kutu di kepala ku,,,,Aq tau saat itu
wajahnya cukup kelihatan rasa capeknya karena sudah seharian berjibaku dengan
daganganya di pasar,Tapi sengaja aku manfaatkan waktu senggang hanya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayangnya,
walau bagaiamanapun itulah momennya karena beberapa hari lagi aq akan
meninggalkan kota kelahiran ku untuk melanjutkan kuliah…ya kuliah di pulau
seberang sana yang harus melewati Tiga pulau untuk sampai di tempat
tujuan….dalam hati aku berkata “Tuhan Sungguh beruntung Hamba di lahirkan dari
Rahim Perempuan ini,,,Perempuan yang ku sebut ibu, ini adalah yang terbaik
dalam Hidupku,,,menggunakan seluruh tenaganya hanya untuk membiayai Kehidupan
keluarga dan termasuk menyekolahkannya karena yang dia tahu bahwa cukup dia
yang tidak bisa mengenyam pendidikan,yang tidak tau baca tulis jangan lagi
anak-Anaknya”.
Enam bulan Sudah berlalu di tempat ku yang baru
(Sejak aku di antar ibuku untuk kuliah di pulau jawa )itu artinya liburan
smester di mulai Aq ingat Sekali hari itu, tepat jum’at Sore Aq telpon ke
Kampung menggunakan Jasa Wartel di dekat Tempat Kost ku karena di rumah tidak
ada pesawat Telpon (Apa lagi HP dan waktu itu sangat jarang orang2 yang
memiliki HP kecuali orang2 tertentu) maka aku telpon Melalui Pesawat telpon
milik tetangga”Beberapa Kali telpon berbunyi lalu di angkat oleh anak tetangga pemilik
telpon itu “Ass…wr…wb dengan siapa…? Sahut anak tetangga tersebut Tanpa panjang
lebar saya langsung mengutarakan maksud saya menelpon tersebut Mengingngat
Tarif telpon saat itu lumayan Mahal untuk ukuran kami perantau “Maaf mba Saya
Imam, tetangga mba saya minta tolong bisa bicara dengan ibu saya….?mba tetangga
tersebut langsung tau kalau saya menelponnya dari jauh dengan lembutnya dia
bilang “ia Imam Tunggu sebentar ya mba Panggilkan ibunya”ia Mba Terima Kasih
sahutku beberapa menit kemudia dari kejauhan terdengar suara
“Ass…wr…wb..Hallo…Hallo…Hallo Imam ini Bapak nak “ia Pak ibu ada pak Ibu mu
belum bisa ngomong sama kamu dia sakit,,,,mank Ibu sakit apa Pak…?Biasalah ibu
mu kecapaean..”Oh ia Pak”,,,,Kenapa IMam Apa yang mau kau samapaikan katakana saja…?
“Gini Pak,,,sebanarnya saya mau minta ijin pulang di libur semester ini,,karena waktu liburnya cukup lama sebulan pak dan Biar sekalian bisa lebaran di kampung bersama Keluarga!”senarnya hajatan utama telpon tersebut selain memberitau tentang libur juga berharap agar di kirimkan ongkos pulang.
Bapak : “gini mam sebaiknya Kamu tahun ini g usah pulang dulu lagian tempatnya jauh dan kamu baru enam bulan,,,kamu tunda dulu kepulangan,tunggu lebaran tahun depan saja kamu baru pulang”..dengan berat hati aku iakan kata Bapak,,,walau sebenarnya aq benar2 merasa rindu sekali untuk pulang kampung bertemu ibu,adik2 dan sekalian bisa menceritakan bagaimana kondisi di kota, di mana aku menempuh pendidikan sekarang dan rinduku juga yg lain adalah kerinduan sebagai seorang anak remaja yang sebelum berangkat kuliah pernah menjalin hubungan dan masih tetap intens komunikasi tiap minggu selama di rantauan yaitu pada sosok gadis cantik yang saat itu masih satu kampong dengan ku “Ayu”Namanya.(Untuk Kisah ku dan gadis ini akun akan ceritakan di lain kesempatan).
“Gini Pak,,,sebanarnya saya mau minta ijin pulang di libur semester ini,,karena waktu liburnya cukup lama sebulan pak dan Biar sekalian bisa lebaran di kampung bersama Keluarga!”senarnya hajatan utama telpon tersebut selain memberitau tentang libur juga berharap agar di kirimkan ongkos pulang.
Bapak : “gini mam sebaiknya Kamu tahun ini g usah pulang dulu lagian tempatnya jauh dan kamu baru enam bulan,,,kamu tunda dulu kepulangan,tunggu lebaran tahun depan saja kamu baru pulang”..dengan berat hati aku iakan kata Bapak,,,walau sebenarnya aq benar2 merasa rindu sekali untuk pulang kampung bertemu ibu,adik2 dan sekalian bisa menceritakan bagaimana kondisi di kota, di mana aku menempuh pendidikan sekarang dan rinduku juga yg lain adalah kerinduan sebagai seorang anak remaja yang sebelum berangkat kuliah pernah menjalin hubungan dan masih tetap intens komunikasi tiap minggu selama di rantauan yaitu pada sosok gadis cantik yang saat itu masih satu kampong dengan ku “Ayu”Namanya.(Untuk Kisah ku dan gadis ini akun akan ceritakan di lain kesempatan).
Sebelum berpamitan dan menutup telponnya sekali
lagi aku mencoba membujuk ayah agar mengijikan aq untuk berbicara sama
ibu,,,Namun tak di ijinkan Karena bapak saya tau kalau andaikan saya diberi
ijin Pasti saya akan mencoba merayu dan merengek-rengek pada ibu untuk di
ijinkan pulang dan bapak saya yakin kalau ibu saya tak akan pernah tahan dan
menolak permintaan anak2nya,,,di manapun seorang ibu pasti tidak akan tega
membiarkan anaknya memohon dan merengek-rengek meminta belas kasihan apalagi
anaknya baru kali itu terpisah jauh darinya dalam waktu setengah tahun….walau
sebenarnya sering terpisah dari ku sejak aku mulai menginjak masa SMU,
kebetulan aku SMU di kabupaten Sebelah kabupaten ku tapi itu tidak
selamaini,,Paling-paling hanya sekitar 2 minggu dan tak pernah lewat dari satu
bulan…karena aq slalu di suruh pulang untuk mengambil uang belanja dan
keperluan makan sehari (osu) dan tepatan di hari aku kembali kekabupaten
tetangga ntuk mengeyam pendidikan SMU slalu saja ibu ku tidak akan tega
membiarkan aku kekurangan Uang jajan,,,,slalu saja ketika aku mau berangkat
dari rumah di Tanya “g kurang uang yang ibu kasih…?”Aku slalu menjawab cukup bu
“Tapi slalu saja sama ibu di kasih lagi”tentu sambil memperhatikan ayah ku,,,pernah
suatu hari ibu ku bertanya demikian pada ku, dan sambil berbisik “ini ibu
tambah lagi Uang jajannya”Tapi dari ruang TV Bapak saya bilang “Tambah terus
uang Jajannya Skalian uang rokoknya”bagaimana tidak bapak ku bilang demikian
soalx aku pernah kepergok merokok di rumah oleh bapak…”Dalam Hati ku aku
berkata ibuku memank baik hati”sambil terus melangkah pergi Tapi bapak ku bukan
berarti tidak baik dia hanya tak ingin saya terlalu manja dan dia tunjukan
kebaikan nya dengan Cara yang berbeda dari ibu ku.
Kembali ke telpon dengan Bapk tadi Ahirnya Aku mengalah untuk tidak pulang lebaran tahun ini kata bapak “Pulang untuk lebaran Tahun depan Saja”karena berbagai alasan yang sebenarnya Baik yaitu “menghemat uang karena ongkosnya mahal,Skalian kamu bisa lebih serius belajar dll”
Namu karena kerinduan ku pada kampung halaman begitu besar dan juga pada Gadis (Pacar)ku yang kau tinggal enam bulan yang “Ayu”Namanya membuat aku kepingin sekali segera bertemu banyak yang ingin aku ceritakan padanya. Walau sedikit kecewa aku pamitan pada bapak di telpon “Sambil berucap salam hormat pada Ibu”Ass…wr…wb Pak.
Kembali ke telpon dengan Bapk tadi Ahirnya Aku mengalah untuk tidak pulang lebaran tahun ini kata bapak “Pulang untuk lebaran Tahun depan Saja”karena berbagai alasan yang sebenarnya Baik yaitu “menghemat uang karena ongkosnya mahal,Skalian kamu bisa lebih serius belajar dll”
Namu karena kerinduan ku pada kampung halaman begitu besar dan juga pada Gadis (Pacar)ku yang kau tinggal enam bulan yang “Ayu”Namanya membuat aku kepingin sekali segera bertemu banyak yang ingin aku ceritakan padanya. Walau sedikit kecewa aku pamitan pada bapak di telpon “Sambil berucap salam hormat pada Ibu”Ass…wr…wb Pak.
Saptu Sore atau Malam Minggu walau aku benar-benar telah mengubur keinginan pulang kampung lebaran Kali ini,,,Tapi tidak untuk kerinduan ku Biasanya Malam minggu ini kalau tidak aku yang nelpon kerumah akan ada orang rumah yang nelpon atau pacar saya telpon begitu siklus selama enam bulan menempuh pendidikan,,,,Namun setelah selesai Sholat Tarawih, di mesjid terdekat kost ku terasasekali dingin yang menusuk tulang dan sesekali petir menyapa langit mendung Malam itu entah apa yang kurasa malam itu benar-benar membingungkan,,,”Ah mungkin karena Aku terlalu rindu akan pulang kampUng”Timpal ku dalam hati makin lama2 terasa makin tidak tenang,,Segera saja aku kembali mengambil air whudu berniat untuk mengaji siapa tahu saja Aku bisa lebih tenang….beberapa Lama kemudian, Akupun mulai mengaji ,dan aku mendengar dari balik pintu suara ketokan sambil memanggil nama ku, ia suara yang tidak asing bagi ku,,,suara wanita Paruh baya yang slalu menyediakan nasi buat ku selama Aku ngekos enam bulan ini…ia suara ibu supri...Ibu kost ku”Mas imam ne ada telpon dari saudara mu”Ia bu sebentar aq segera membuka pintu dan segera menuju ke ruang telpon “Hallo Mam sahut suara dari telpon ia aku kenal suara ini Suara Saudara ku”..Ia Napa Mas “Sebaiknya Kamu besok pulang ibu Sakit di rumah”aku tidak berkata apa2,,,Aku tidak tau apa aku harus merasa bahagia atau Sedih Tapi dalam Benakku muncul berbagai macam pertanyaan..”Setelah telpon dari Kakak ku Selesai”dan segera, setelah itu aku kembali kekamar dan Tak tau kenapa tiba2 saja aku segera mencari dompet dan memandang foto ibu ku yang biasa aku sisipkan di dompet dan biasanya aku slalu memandangnya ketika rindu….Pertanyaan demi pertanyaan Muncul dalam benak ku “ada APa dengan ibu ku…?Kenapa harus pulang Kalau ibu sakitnya tidak Parah..?Jangan2 Ibu sudah……?Ah tidak tuhan jangan panggil ibu hamba secepat ini….sejujurnya aku masih menenangkan diri untuk tidak berprasangka yang bukan-bukan tentang apa yang terjadi dengan ibu ku di kampung…beberapa Saat kemudian datang ibu supri, ibu kost ku “Mas imam Kamu besok jadi pulang…?” Ia Bu Saya berangkat Besok pagi Menggunakan Kereta Sampai Banyuwangi selanjutnya estafet entah pake apa saja nanti…Tapi,bu Saya tidak punya uang,,,karena Besok minggu saya belum bisa di kirim uang untuk kepulangan Saya,,,Apa Bisa Saya minta Kembali uang pembayaran Kost dan biaya Makan selama sebulan kedepan yg saya bayarkan ke ibu untuk ongkos saya pulang…?
Oh tentu bisa Mam saya Akan Kasih besok,,,,(Oh ya dari cerita kakak Saya di kampong Setelah saya sampai satu minggu ternyata bu supri ibu kost ku sudah tau bahwa ibu saya sudah meninggal saat di telpon, kakak saya sebelum saya keluar menjawab telpon itu dan kakak saya bilang untuk tidak menceritakan Perihal tersebut Pada Saya)mungkin karena dia tau tentang hal tersebut dia ahirnya Mau memberikan kembali uang kost dan biaya makan saya selama Sebulan yang di bayar duluan).
Semalama Saya tidak bisa tidur dan terus memandangi foto ibu entah kenapa air mata slalu meluncur deras hingga tak bisa tertahan “dalam Hati slalu menyimpan kecurigaan tentang Apa yang terjadi dengan ibu…?kenapa saya harus pulang kalau ibu sakitnya tidak parah Atau jangan2 ibu telah….?”
Jam delapan pagi aku segera pamitan sama ibu kost, menuju stasiun kereta Api terdekat dengan mengambil Kereta Clas Ekonomi untuk menghemat biaya mengingat perjalanan ku masih jauh Harus melewati 2 (dua) pulau untuk bisa sampai di pulau ku,,,,sengaja Aku pilih tempat duduk di pojok agar dalam perjalanan Aku bisa melihat Pemandangan selama perjalanan Namun hampir setegah perjalanan kereta itu kembali aku di buat tidak tenang ahirnya aku berdiri dan menuju pintu sambungan kereta,,,sesekali muncul pertanyaan tadi malam hingga membuat aku tak bisa tenang,,,sebelum Kereta jalan tadi aku menyengajakan diri untuk menukar uang receh sebanyak2nya untuk di berikan pada pengamen dan pengemis di perjalanan dengan Harapan agar do’a saya dalam hati bisa terkabul “iya do’a tentang keselamatan ibu Saya”di perjalanan itu tak terhitung lagi saya duduk dan berdiri sambil memutarkembali ingatan saya tentang wajah sayu yang sudah mulai memperlihatkan keletihanya dengan beberapa keriput yang di wajahnya juga terlihat jelas beberapa helai rambut yang lurus itu beruban,,
Teringat Lebaran tahun lalu lantaran karena perbedaan pemberian uang saya marah dan membanting gitar yang sempat dia belikan dulu Pada saat itu, mamang kondisi emosi sebagai anak remaja yang masih duduk di angku kelas 3 SMU benar aku tunjukan ‘’“Bu kok saya di kasih uang lebaran tidak sama dengan yang lain ….?Maksud saya saudara2 saya yang lain…Ibu “Kamukan sudah dapat uang kemarin untuk di belikan gitar (Dalam Bahasa Daerah “Nggomi waura Mbei piti weli kai gitar mu re ana)”Tampa berpikir panjang saya pun membanting gitar hingga pecah tapi tanpa saya sadari dari mata sayu itu menetes Air mata ya Airmata yang baru kali itu saya lihat….mungkin ibu pada saat itu merasa hatinya tergores oleh perlakuan anaknya hingga tak mampu menahan air matanya….Oh tuhan saya telah membuat ibu ku manangis sungguh hamba adalah anak yang tak tau di untung “Maaf bu maafkan Anak mu”sesekali aq usap air mata dalam perjalanan pulang itu.
Kambali aku teringat ketika ibu Mengantarkan aku ke pangkalan Bus jurusan luar kota antar propinsi tempat untuk menempuh pendidikan Paska lulus SMU bersama saudara2 ku juga ikut Gadis yang aku sebut Pacar Tadi “Ayu”Namanya malam itu malam terahir aku ketemu ibu (dan ternyata Malam terahir dan untuk selama-lamanya)sebelum naik ke Bus aku memeluknya erat2 dan menangis karena akan aku akan merindukannya,,,Ibu Mencoba menenangkan ku Sambil berkata “Sudah Jangan Nangis,,,Anak laki-laki g boleh menangis,,,Anak laki2 Harus kuat,,,Anak laki2 harus tegar apapun tentangannya Harus di hadapi,,,,Ibu dan Bapak mu Pasti mendo,akan mu dn berharap yang terbaik buat mu, di tempat yang jauh sana,,,jangan lupa Sholat dan menagji dan do’akn saja ibu dan Ayah agar tetap sehat untuk menafkai keluarga kita dan membiayai sekolah mu…rajin belajar ya di tempat mu yang baru Terahir Ibu yakin kamu bisa membagakan kedua orang tua mu”dan lagi2 air mata ini terus meleleh dalam perjalanan itu.
Singkat Cerita Setelah menempuh Perjalanan yang
melelahkan Selam dua hari ahirnya Aku Sampai di depan rumah malam Hari sekita
pukul 12.00 malam ketika melihat banyak orang di dalam rumah aku segera berlari
menuju ke kamar ibu tanpa menghiraukan mereka,,,ternyata aku hanya menemukan
Ayah dan adik2 ku berkumpul di dekat persemaiayam Ibu,,,tak terasa air mata
menetes dengan deras,,,malam itu bagai halilitar menyambar perasaan tidak
percaya menyelimuti ku,,,,terkadang dalam hati berucap kenapa tuhan terlalu
cepat memanggil ibu ku…?kami belum siap menjalani hidup tanpa ibu tuhan…?Ibu
pasti kelelahan berkerja hanya untuk membiayai sekolah Anak-anaknya,ibu, pasti
kelelahan bekerja hanya agar anak-anaknya seperti Anak-Anak keluarga
lain,,,,ibu pasti kelelahan bekerja Hanya untuk melihat anak-anaknya tidak
kekurangan dan bisa tersenyum seperti anak2 keluarga lain….di dekat aku ayah
meminta ku bersabar dan bertawkal “ibumu sudah di makam dua hari yang lalu”
Aku tak bisa menahan Haru dan rasa sesalku
karena tak bisa mengantar Kepergian terahirnya ibu”menuju kealam keabadian
sana”Jauh di lubuk hati aku berdo’a untuk ibu semoga tuhan memberi tempat yang
layak untuk ibu ku,,,Imam Berjanji akan menjaga adik2 dengan baik dan
memastikan mereka tidak akan kehilangan Indahnya masa kecil dan Senyum
keceriaan karena kepergian mu yang tak akan kembali lagi.
Semoga Cerita ini Memberi kita inspirasi dan
ma’afkan penulis jika kalimat2nya susah di cerna berusahalah untuk
mencernanya,,,Semoga Yang masih punya ibu tetap menjadikan ibunya wanita
terhebat di dunia dan jangan Biarkan Airmatanya mengalir karena ulah
kita,,,sebelum terlabat gunakan momentum Ramdhan dan idul fitri ini untuk
memohon Ampun pada malaikat yang bernama “Ibu” karena penyesalan tidak akan
datang duluan.
By.Syaf Kaso
Label:
CERITA
23.12
PEMIKIRAN HASAN HANAFI (FILSAFAT ISLAM)
Diterbit Oleh Unknown pada Minggu, 13 Juli 201423.12
Label:
FILSAFAT
00.22
Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.
"hidup selalu optimis dan realistis utk menuju era yg baru" jngn ada kata mundur lebih baik maju perlahan tapi pasti
Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.
Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut.
Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan, serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar, tak goyah sedikit pun. Malah ia justru dapat menikmati karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla.
Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, musuh, atau siapa saja. Terserah Allah.
Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji mereka sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak.
Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama yang shaleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan. Sebaliknya, mereka malahan bersikap penuh dengan kemuliaan, memaafkan dan bahkan mengirimkan hadiah sebagai tanda terima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justru tidak sempat terlihat oleh dirinya sendiri, tetapi dengan penuh kesungguhan telah disampaikan oleh orang-orang yang tidak menyukainya.
Sahabat, bagi kita yang berlumur dosa ini, haruslah senantiasa waspada terhadap pemberitahuan dari Allah yang setiap saat bisa datang dengan berbagai bentuk.
Ketahuilah, ada tiga bentuk sikap orang yang menyampaikan kritik. Pertama, kritiknya benar dan caranya pun benar. Kedua, kritiknya benar, tetapi caranya menyakitkan. Dan ketiga, kritiknya tidak benar dan caranya pun menyakitkan.
Bentuk kritik yang manapun datang kepada kita, semuanya menguntungkan. Sama sekali tidak menjatuhkan kemuliaan kita dihadapan siapapun, sekiranya sikap kita dalam menghadapinya penuh dengan kemuliaan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Karena, sesungguhnya kemuliaan dan keridhaan-Nyalah yang menjadi penentu itu.
Allah SWT berfirman, "Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yunus [10] : 65)
Ingatlah, walaupun bergabung jin dan manusia menghina kita, kalau Allah menghendaki kemuliaan kepada diri kita, maka tidak akan membuat diri kita menjadi jatuh ke lembah kehinaan. Apalah artinya kekuatan sang mahluk dibandingkan Khalik-nya? Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah Allah itu berada di atas segalanya. Sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Naudzubillaah!!!
Padahal, Allah Azza wa Jalla telah berfirman, "Katakanlah, Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang Kau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Kau kehendaki. Engkau muliakan yang Kau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Kau Kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali ‘Imran [3] : 26)***
Label:
OPINI



.jpg)




